Pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Wamena-Habema-Kenyam di Taman Nasional Lorentz, Provinsi Papua


Pembangunan Jalan Trans Papua merupakan proyek prestisius Presiden Jokowi di Papua dan Papua Barat yang ditargetkan selesai akhir 2018, bertujuan memicu kemakmuran rakyat Bumi Cenderawasih dan diharapkan akan membuka kawasan yang terisolasi, menekan kemahalan harga, dan meningkatkan konektivitas antar wilayah di Papua.

Jalan Trans Papua khususnya Ruas Wamena-Habema-Kenyam dengan total panjang sepanjang 284,3 Km, dan yang melintasi kawasan TN Lorentz yang berstatus “Situs Alam Warisan Dunia” sepanjang 178,327 Km didasarkan atas:

  1. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 567/KPTS/M/2010 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional, ruas jalan yang termasuk di dalamnya adalah Wamena – Habema dan Habema – Kenyam;
  2. Surat Menteri Kehutanan kepada Gubernur Papua nomor S.258/Menhut-IV/2012 tanggal 11 Juni 2012 perihal Permohonan Izin Pembangunan Jalan Habema – Yaguru – Kenyam yang melintasi Kawasan TN Lorentz;
  3. Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2013 tentang Pembangunan Jalan dalam rangka Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat;
  4. Peraturan Presiden Nomor 57 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Pulau Papua, yang menyebutkan Ruas Jalan Kenyam - Habema – Wamena masuk dalam Rencana Jaringan Jalan Lintas Tengah Pulau Papua;
  5. Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 290/KPTS/M/2015 tentang Penetapan Ruas Jalan Menurut Statusnya sebagai Jalan Nasional, termasuk di dalamnya Ruas Jalan Wamena – Habema.

Presiden RI didampingi Menteri PUPR dan Panglima TNI telah meninjau langsung pembangunan Jalan Trans Papua pada tanggal 10 Mei 2017.  Kementerian PUPR berkomitmen menjamin pembangunan jalan Trans Papua memperhatikan keutuhan dan keaslian nilai-nilai warisan alam serta tidak merusak kelestarian ekosistem dan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Lorentz.

Komitmen tersebut dituangkan dalam naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Jenderal KSDAE dengan Direktur Jenderal Bina Marga tentang Pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Wamena - Habema – Kenyam Provinsi Papua, di TN Lorentz, yang ditandatangani pada tanggal 21 Juni 2017 di Ruang Rapat Ditjen KSDAE Blok I Lantai 8 Gedung Manggala Wanabakti Jakarta.

Ruang lingkup perjanjian kerjasama tersebut, meliputi: Pembukaan ruas jalan Wamena – Habema – Kenyam; Pemanfaatan ruas jalan Wamena – Habema – Kenyam; Pembangunan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan TN . Lorentz; Rehabilitasi kawasan; Perlindungan dan Pengamanan kawasan; Konservasi jenis flora dan fauna; Pengembangan potensi wisata alam; Pemberdayaan masyarakat di sekitar lokasi pembangunan; Monitoring dan evaluasi kegiatan.

Diharapkan Perjanjian Kerjasama ini dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya sebagai bentuk keharmonisan pembangunan infrastruktur dengan memperhatikan kelestarian kawasan TN. Lorentz.

Sumber berita: Direktorat PIKA

 




Berita Seputar PIKA

Reviu Rencana Kerja Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi 2021
Yuk berwisata Susur Mangrove di TWA Angke Kapuk Jakarta
Wisata Panorama Petung Sewu di Taman Hutan Raya Raden Soerjo
Sosialisasi NSPK Penandaan Batas Zona Blok di Kantor Balai KSDA Sumatera Selatan
Bimbingan Teknis Pengelolaan Taman Hutan Raya Raden R Soerjo, Malang, Jawa Timur
Sosialisasi Aturan Penandaan Batas Blok Zona di BKSDA Aceh
Evaluasi SAKIP Tahun 2020 Direktorat PIKA
Pembinaan Pegawai Direktorat PIKA Tahun 2020
BIMBINGAN TEKNIS DAN SUPERVISI INVENTARISASI POTENSI KAWASAN KONSERVASI
Workshop Teknis Pengelolaan Portal Balai Kliring Keanekaragaman Hayati Indonesia
Penataan Blok Taman Hutan Raya Sultan Thaha Syaifuddin- Jambi
Serunya Belajar sambil Outing Pada Peningkatan Kapasitas ASN Direktorat PIKA Tahun 2018
PELUNCURAN AWAL PORTAL BALAI KLIRING KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA
Inilah 3 Cagar Biosfer Baru di Indonesia
Bimtek Pemetaan III, Bimtek Terakhir PIKA di tahun 2018
Penutupan Bimtek Pemetaan Tahura Angkatan II
PERAN SULTAN DAN RAJA DALAM PENUNJUKAN KAWASAN KONSERVASI DAN PELESTARIAN JENIS (1920 – 1938)
Bimtek Pemetaan untuk Tahura Angkatan I (26 Februari - 3 Maret 2018)
Bimbingan Teknis/Supervisi Terkait Penyusunan Penataan Blok Kawasan Konservasi di BBKSDA Papua Barat
" Taman Buru", si Anak Tiri dari Kawasan Hutan Konservasi
Katalog Kawasan Pemulihan Ekosistem Indonesia
PENILAIAN 23 (DUA PULUH TIGA) RANCANGAN BLOK KK BALAI BESAR KSDA JAWA BARAT
PENUTUPAN MAGANG GIS PEMBUATAN PETA ARAHAN PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI ANGKATAN VIII (20 – 26 Oktober 2017)
PERCEPATAN PENATAAN KAWASAN KONSERVASI
MAGANG GIS UNTUK PEMBUATAN PETA ARAHAN PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI MODEL ANALISA SPASIAL ANGKATAN VIII (16 – 20 OKTOBER 2017)
KESAN PESAN PESERTA MAGANG GIS PEMBUATAN PETA ARAHAN PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI ANGKATAN VII
Surat Perihal Data Desa Sekitar Kawasan Konservasi
Surat Perihal Peta Open Area dalam Kawasan Konservasi
MAGANG GIS UNTUK PEMBUATAN PETA ARAHAN PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI ANGKATAN 7 (2 – 6 OKTOBER 2017) DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI MODEL ANALISA SPASIAL
Perpres RI No. 88 Tahun 2017
Undangan Magang GIS Angkatan 7 dan 8
Step to Step Mengunduh Citra Landsat, MODIS di USGS EarthExplorer
Gelombang II: In House Training GIS Dit. PIKA
In House Traning GIS Dit. PIKA
Surat Edaran Pemberian Data dan Informasi Spasial Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Petunjuk Teknis Aplikasi Model Analisa Spasial dalam Pembuatan Peta Arahan Kawasan Konservasi
Hasil Target B04T17 UPT tentang Renaksi Percepatan Kebijakan Satu Peta
Penyelenggaraan Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2017
Apa Kesan Peserta Magang dan Bimtek Pemetaan GIS Direktorat PIKA?
Kunjungan Kerja Direktur PIKA Ke Taman Nasional Komodo


KemenLHK