MAGANG GIS UNTUK PEMBUATAN PETA ARAHAN PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI ANGKATAN 7 (2 – 6 OKTOBER 2017) DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI MODEL ANALISA SPASIAL


Kegiatan Magang GIS Angkatan ke-7 telah dibuka dan dimulai pada hari Senin, 02 Oktober 2017 di Gedung PIKA, Jl. Pajajaran 79, Bogor.  Magang GIS kali ini diselenggarakan dalam rangka Pembuatan Peta Arahan Pengelolaan Kawasan Konservasi dan Pengintegrasian Peta Zona/Blok KK Pada Tingkat Ketelitian Skala 1:50.000 Sesuai Kriteria Penilaian Tim Kebijakan Satu Peta (KSP).

Dalam acara pembukaan kegiatan magang, Kepala Seksi Pemetaan dan Informasi Konservasi Alam pada Subdit Inventarisasi dan Informasi Konservasi Alam (IIKA), Endarmiyati, S.Si, M.Sc., selaku panitia melaporkan bahwa magang kali ini diikuti oleh 15 (lima belas) orang peserta dari 12 UPT yaitu Adi Sulistya Harikurniawan, S.Hut., Aji Badrunsyah Zulkarnaen, S.Si., dan Muhammad Abduh, S.Hut. dari TN Bukit Baka Bukit Raya; Ahmad Sopian Pamungkas (BKSDA Sulawesi Tengah); Akhmad David Kurnia Putra, S.PKP. (TN Aketajawe Lolobata); Ardiyansyah putra, A. Md. (TN Kep. Togean); Didin Hartoyo, S. Hut. (TN Tesso Nilo); Donald Ferdinandus, S. Hut. dan Tomi Sunarya (BBKSDA Papua); Heri Andri (TN Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti); M. Misbah Satria Giri, A.Md (TN Gunung Halimun Salak); Mahmuddin Rahmadana, S. Hut. (TN Bromo Tengger Semeru); Nindra Karma (TN Tanjung Putting); Vedo Anjasmara (TN Gunung Merapi); dan Wresni Endrata, S. Hut dari TN Betung Kerihun Danau Sentarum.

Dalam laporannya Endarmiyati menyampaikan bahwa salah satu upaya Direktorat PIKA untuk memenuhi tugas KSP adalah dengan mengadakan magang dan bimbingan teknis GIS.  “Sejak dimulainya pelaksanaan KSP, Dit PIKA sudah melaksanakan Magang GIS sebanyak 6 kali dengan jumlah 58 peserta dan telah melaksanakan Bimbingan Teknis GIS sebanyak 3 kali dengan jumlah 98 peserta yang berasal dari UPT TN/BKSDA dan UPTD Tahura sehingga total peserta yang telah diajarkan aplikasi model analisa spasial ini sejumlah 156 peserta dari 72 (tujuh puluh dua) UPT” ujar Endarmiyati.

Magang GIS kali ini yang sedianya dibuka oleh Ibu Direktur Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam, Ir. Listya Kusumawardhani, M.Sc. diwakilkan kepada Ir. Kuspriyadi S., MP., selaku narasumber.  Dalam sambutannya, Ir. Kuspriyadi S., MP. menyampaikan bahwa dengan terbitnya PerPres No. 9 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (KSP) pada tingkat ketelitian 1:50.000, tugas Direktorat Jenderal KSDAE-KemenLHK, melalui Direktorat PIKA adalah mempersiapkan Peta Zonasi Taman Nasional (TN) dan Peta Blok pada kawasan konservasi non-TN di seluruh Indonesia. Target tersebut harus sudah selesai pada tahun 2018. Tugas tersebut tidak mudah mengingat masih banyak KK non-TN yang saat ini belum dilakukan penataan bloknya. “Untuk itu diperlukan inovasi untuk mempercepat pemenuhan target tersebut secara efisien dan efektif” ujar Kuspriyadi. Salah satu inovasi yang dibangun oleh Subdit IIKA adalah Aplikasi Model Analisis Spasial dalam Pembuatan Peta Arahan Pengelolaan Kawasan Konservasi. “Inovasi pada aplikasi model spasial disusun dengan metode Matching terhadap kriteria-kriteria yang ada mengacu pada data inventarisasi potensi (Permenhut No. P. 81/Menhut-II/2014) dan kriteria zona/blok (Permenhut No. P.76/Menhut-Setjen/2015)” tambah Kuspriyadi.

Meskipun tidak hadir pada saat acara pembukaan, Direktur PIKA, Ir. Listya Kusumawardhani, M.Sc. menyempatkan diri untuk hadir pada proses pembelajaran di sore hari untuk memberi arahan dan dukungan semangat ke peserta magang.  Hujan lebat yang mengguyur kota Bogor tidak menyurutkan langkah Ibu Direktur untuk datang dan menyemangati para peserta magang.  Dalam arahannya, Ibu Direktur menekankan bahwa pada saat membuat blok dalam kawasan konservasi para peserta magang diharapkan mempunyai kemampuan untuk memprediksi kemungkinan pengembangan dari KK yang dikelola sehingga peta blok/zona KK yang dibuat lebih visioner.

Ibu Direktur PIKA menambahkan bahwa penataan KK dilaksanakan dalam rangka pengelolaan kawasan hutan yang lebih intensif untuk memperoleh manfaat yang lebih optimal dan lestari. Penataan KK dilakukan dengan perencanaan yaitu membagi kawasan ke dalam zona pengelolaan atau blok pengelolaan sesuai dengan hasil inventarisasi potensi kawasan serta mempertimbangkan prioritas pengelolaan kawasan. Prioritas pengelolaan kawasan tersebut didasarkan pada hasil inventarisasi potensi kawasan yang memuat antara lain permasalahan dan potensi serta kondisi dan status terkini nilai penting kawasan.

Ibu Direktur mengingatkan peserta magang agar seusai kegiatan magang kembali ke unit kerja masing-masing, mempresentasikan hasil magang yaitu Peta arahan Pengelolaan KK kepada pimpinan untuk dibahas terutama terkait kebijakan pengelolaan KK. Peta arahan zona/blok pengelolaan kawasan konservasi ini, setelah dilakukan konsultasi publik, menjadi peta blok/zona kawasan konservasi yang siap dinilai oleh Direktorat Teknis dan disyahkan oleh Dirjen KSDAE. “Belajar dengan semangat dan hati yang senang, mengaplikasikan Model Analisa Spasial yang telah dibangun oleh Subdit IIKA” ujar Ibu Direktur mengakhiri pertemuan dengan para peserta magang GIS angkatan 7.

 




Berita Seputar PIKA

Workshop Teknis Pengelolaan Portal Balai Kliring Keanekaragaman Hayati Indonesia
Penataan Blok Taman Hutan Raya Sultan Thaha Syaifuddin- Jambi
Serunya Belajar sambil Outing Pada Peningkatan Kapasitas ASN Direktorat PIKA Tahun 2018
PELUNCURAN AWAL PORTAL BALAI KLIRING KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA
Inilah 3 Cagar Biosfer Baru di Indonesia
Bimtek Pemetaan III, Bimtek Terakhir PIKA di tahun 2018
Bimbingan Teknis dan Supervisi Inventarisasi Potensi Kawasan Konservasi di Balai KSDA Kalimantan Tengah
Penutupan Bimtek Pemetaan Tahura Angkatan II
PERAN SULTAN DAN RAJA DALAM PENUNJUKAN KAWASAN KONSERVASI DAN PELESTARIAN JENIS (1920 – 1938)
Bimtek Pemetaan untuk Tahura Angkatan I (26 Februari - 3 Maret 2018)
Bimbingan Teknis/Supervisi Terkait Penyusunan Penataan Blok Kawasan Konservasi di BBKSDA Papua Barat
" Taman Buru", si Anak Tiri dari Kawasan Hutan Konservasi
Katalog Kawasan Pemulihan Ekosistem Indonesia
PENILAIAN 23 (DUA PULUH TIGA) RANCANGAN BLOK KK BALAI BESAR KSDA JAWA BARAT
PENUTUPAN MAGANG GIS PEMBUATAN PETA ARAHAN PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI ANGKATAN VIII (20 – 26 Oktober 2017)
PERCEPATAN PENATAAN KAWASAN KONSERVASI
MAGANG GIS UNTUK PEMBUATAN PETA ARAHAN PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI MODEL ANALISA SPASIAL ANGKATAN VIII (16 – 20 OKTOBER 2017)
KESAN PESAN PESERTA MAGANG GIS PEMBUATAN PETA ARAHAN PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI ANGKATAN VII
Surat Perihal Data Desa Sekitar Kawasan Konservasi
Surat Perihal Peta Open Area dalam Kawasan Konservasi
MAGANG GIS UNTUK PEMBUATAN PETA ARAHAN PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI ANGKATAN 7 (2 – 6 OKTOBER 2017) DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI MODEL ANALISA SPASIAL
Perpres RI No. 88 Tahun 2017
Undangan Magang GIS Angkatan 7 dan 8
Step to Step Mengunduh Citra Landsat, MODIS di USGS EarthExplorer
Gelombang II: In House Training GIS Dit. PIKA
In House Traning GIS Dit. PIKA
Surat Edaran Pemberian Data dan Informasi Spasial Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Petunjuk Teknis Aplikasi Model Analisa Spasial dalam Pembuatan Peta Arahan Kawasan Konservasi
Hasil Target B04T17 UPT tentang Renaksi Percepatan Kebijakan Satu Peta
Penyelenggaraan Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2017
Birding and Photo Competition Matalawa
Apa Kesan Peserta Magang dan Bimtek Pemetaan GIS Direktorat PIKA?
Kunjungan Kerja Direktur PIKA Ke Taman Nasional Komodo
Peta Arahan Pengelolaan Kawasan Konservasi Hasil Magang GIS Tahun 2017
Acara Pelepasan Kepala Sub Direktorat Inventarisasi dan Informasi Kawasan Konservasi, Ir. Kuspriyadi Sulistyo, MP
Lowongan/Rekrutmen Fasilitator Desa Forest Programme III Sulawesi
Capaian Peserta Magang GIS Angkatan 1
Perubahan Jadwal Program Magang GIS untuk Pemetaan Arahan ZOna/Blok KK
CD DIGITAL MAP DALAM RANGKA CAPAIAN KEBIJAKAN SATU PETA


KemenLHK